Barang ritel: kategori, satuan, barcode, harga grosir, dan riwayat stok
Untuk toko kelontong, warung, dan minimarket: tambah barang dengan kategori, SKU, barcode, satuan bertingkat (pcs, renceng, dus) beserta harga grosirnya, atur batas stok menipis, dan lihat setiap stok masuk dan keluar.
Menu Barang ritel muncul bila jenis usaha kontermu memakai modul Toko kelontong, warung & minimarket. Pemilik menyalakannya di Pengaturan konter → Jenis usaha (bila modulnya termasuk paketmu). Di sini kamu menyiapkan barang yang nanti dijual di kasir ritel: sembako, mi instan, minuman, sabun, dan kebutuhan harian lain.
Setiap barang punya:
- Kategori dua tingkat, misalnya Minuman → Air mineral.
- SKU — kode barangmu sendiri (boleh kosong), unik per toko.
- Satuan dasar — satuan terkecil yang dihitung stoknya, misalnya pcs, saset, botol, atau kg. Semua stok dicatat dalam satuan ini.
- Satuan besar — misalnya renceng berisi 10 atau dus berisi 40. Setiap satuan punya harga jual dan barcode sendiri.
- Harga grosir — harga per satuan yang lebih murah bila pembeli mengambil minimal sekian, misalnya beli 10 pcs atau lebih jadi Rp3.300 per pcs.
- Batas stok menipis — kalau stok sama atau di bawah angka ini, barangnya ditandai menipis. Kosong berarti memakai batas bawaan toko.
Langkah-langkah
Mulai dari contoh barang
Toko yang baru mulai bisa menekan Pakai contoh barang saat daftar masih kosong. Contoh berisi beras, gula, minyak goreng, mi instan, air mineral, teh, kopi saset, sabun, sampo, dan deterjen — lengkap dengan kategori, satuan, dan harga grosir. Ubah harganya sesuai tokomu. Contoh tidak mengisi stok.
Menambah atau mengubah barang
- Buka Barang ritel, lalu tekan Tambah barang.
- Isi Nama barang beserta ukurannya (misalnya Indomie Goreng 85 g), Merek, Kategori, dan SKU bila ada.
- Isi Harga modal per … satuan dasar (misalnya Harga modal per pcs) — harga beli satu satuan terkecil.
- Di Satuan & harga jual, baris pertama adalah satuan dasar (isinya selalu 1). Isi harga jual dan barcode-nya. Scan barcode di kemasan dengan pemindai, atau ketik angkanya.
- Tekan Tambah satuan besar untuk renceng, pak, atau dus: isi namanya, Isi (berapa satuan dasar), harga jual, dan barcode-nya.
- Tekan Tambah harga grosir di satuan yang punya harga grosir, lalu isi Beli minimal dan Harga per satuan.
- Pilih satuan yang Dipilih kasir lebih dulu — biasanya satuan dasar.
- Isi Stok awal (di toko bercabang: per cabang) dan Batas stok menipis, lalu tekan Simpan barang.

Barang curah (dijual per kg atau liter)
Beras, gula, minyak, atau kacang yang ditimbang dijual dengan jumlah pecahan, misalnya 1,25 kg:
- Di Barang ritel, tekan nama barangnya (atau Tambah barang). Pakai satuan dasar kg (atau liter/ons) dengan harga jual per kg.
- Nyalakan Dijual curah (jumlah pecahan).
- Pilih Angka di belakang koma: 1, 2, atau 3 angka — misalnya 2 angka untuk 1,25 kg, 3 angka untuk 1,250 kg.
- Stok boleh diisi pecahan dengan koma, misalnya 50,5. Tekan Simpan barang.
Barang lain tetap bilangan bulat — kasir tidak bisa menjual 1,5 bungkus sabun. Nilai baris dihitung jumlah × harga lalu dibulatkan ke rupiah terdekat (setengah ke atas): 1,25 kg × Rp13.001 = Rp16.251. Angka di belakang koma tidak bisa dikurangi atau dimatikan selama stok barang itu di salah satu cabang masih pecahan — rapikan dulu stoknya (misalnya lewat stok opname).
Label timbangan
Punya timbangan yang mencetak stiker barcode berisi berat?
- Buka Pengaturan → Struk & kasir. Di Label timbangan (barang curah), isi awalan label (dua angka 20–29, lihat stiker dari timbanganmu), pilih isi angkanya — Berat (gram) atau Harga (rupiah) — lalu tekan Simpan preferensi.
- Di formulir barang curahnya, isi barcode satuan kg dengan kode barang 5 angka yang dipakai timbangan (misalnya 10001).
- Saat stiker discan di Kasir ritel, barangnya masuk keranjang dengan berat (atau jumlah dari harga) di stiker itu.
Kosongkan awalannya untuk mematikan label timbangan.
Kategori
Buka tab Kategori untuk membuat kategori induk dan sub-kategorinya. Tekan Tambah kategori, atau Sub-kategori di baris induknya. Kategori yang dihapus tidak menghapus barangnya — barangnya menjadi tanpa kategori.
Riwayat stok
Di menu ⋯ setiap barang, pilih Riwayat stok. Halaman ini menampilkan setiap stok masuk dan keluar: stok awal, terjual, kembali karena refund, koreksi salah input, dan Diubah manual saat angka stok diganti lewat formulir atau impor Excel — lengkap dengan stok sesudahnya, modal per satuan, siapa yang mencatat, dan tautan ke transaksinya. Barang etalase konter (voucher, perdana, aksesoris) juga punya riwayat stok yang sama dari menu ⋯ di Produk & harga.
Impor dari Excel
Menu Excel memakai berkas yang sama dengan Produk & harga. Untuk barang ritel, isi kolom Cara jual dengan Barang ritel, lalu kolom Kategori (Induk > Anak), SKU, Barcode, Satuan dasar, Satuan lain (misalnya renceng=10@33000; dus=40@125000), Harga grosir (misalnya pcs:10=3300), Stok minimum, dan Jual curah (desimal) (angka di belakang koma; kosong atau 0 = bilangan bulat). Stok pecahan ditulis dengan koma, misalnya 12,5. Lembar Panduan di berkas menjelaskan cara mengisinya.
Di aplikasi Android
Buka Lainnya → Barang ritel untuk melihat daftar barang, mencari nama, SKU, atau barcode, menyaring kategori dan stok menipis, serta membuka rincian satuan, harga grosir, dan riwayat stok. Menambah dan mengubah barang dilakukan lewat web.

Tips & kesalahan umum
- Barcode tidak boleh dipakai dua barang. Bila ditolak, cari barcode itu di kolom pencarian untuk melihat barang mana yang memakainya.
- Barang yang tidak perlu dihitung stoknya (es batu, kantong plastik) cukup dimatikan Hitung stok barang ini.
- Barang yang kamu siapkan di sini langsung terpakai di Kasir ritel (scan barcode, satuan, harga grosir) — lihat panduan Kasir ritel.
Istilah di panduan ini
- Barang ritel
- Barang toko kelontong, warung, atau minimarket (modul ritel): punya kategori, SKU, barcode, satuan bertingkat, dan harga grosir. Diatur di menu Barang ritel, terpisah dari daftar harga konter.
- Barang curah
- Barang ritel yang ditimbang atau ditakar sehingga dijual dengan jumlah pecahan — beras, gula, minyak, kacang. Nyalakan "Dijual curah" di formulir barang; stok dan jumlah jualnya boleh pecahan sampai 1–3 angka di belakang koma. Nilai baris = jumlah × harga, dibulatkan ke rupiah terdekat.
- Satuan dasar
- Satuan terkecil sebuah barang ritel (pcs, saset, botol, kg) yang dipakai menghitung stok. Satuan besar seperti renceng atau dus berisi sekian satuan dasar.
- Harga grosir
- Harga per satuan yang lebih murah bila pembeli mengambil minimal sekian satuan. Satu barang boleh punya beberapa tingkat harga grosir per satuan.
- SKU
- Kode barang buatan tokomu sendiri untuk membedakan barang yang mirip. Unik per toko dan boleh dikosongkan.
- Barcode
- Kode garis di kemasan (biasanya 13 angka, EAN-13) yang dibaca pemindai. Setiap satuan barang ritel boleh punya barcode sendiri, dan satu barcode hanya boleh dipakai satu barang.
- Label timbangan
- Stiker barcode yang dicetak timbangan toko (13 angka berawalan 20–29): kode barang 5 angka lalu berat dalam gram atau harga. Bila awalannya diisi di Pengaturan → Struk & kasir, kasir ritel membaca beratnya otomatis saat label discan.
- Riwayat stok
- Catatan setiap stok masuk dan keluar satu barang per cabang: stok awal, terjual, kembali karena refund, koreksi, dan diubah manual — beserta stok sesudahnya. Jumlah semua gerakan sama dengan stok sekarang.
- HPP rata-rata
- Harga pokok rata-rata per satuan dasar di satu cabang. Setiap stok masuk bermodal menggeser rata-ratanya: (stok lama × rata-rata lama + jumlah masuk × modal masuk) ÷ stok baru.
- Stok menipis
- Tanda untuk barang yang stoknya sudah sama dengan atau di bawah batas yang diatur pemilik di Pengaturan (Struk & kasir). Muncul di daftar produk dan rekap harian supaya sempat belanja ulang.
- Jenis usaha
- Pilihan modul yang dipakai toko: konter HP & pulsa, toko kelontong/warung/minimarket, atau keduanya. Dipilih saat mendaftar dan bisa diubah pemilik di Pengaturan, dalam batas paket. Menentukan menu yang tampil.
Baca juga
- Mengatur produk, harga modal, harga jual, dan stokIsi daftar harga semua jualan konter per jenis, bedakan harga modal dan harga jual supaya laba benar, impor dari Excel atau foto, arsipkan produk lama, dan pantau stok per cabang.
- Pembelian: pesan ke pemasok, uang muka, terima barang bertahap, ongkir & PPN, bayar hutang, dan returCatat belanja barang dari pemasok: pesanan (PO), uang muka (DP), terima barang sekaligus atau bertahap dengan scan barcode, ongkir/PPN/diskon faktur ikut menjadi modal, stok dan modal rata-rata terisi otomatis, bayar sekarang atau jadi hutang pemasok, bayar cicilan, kembalikan barang (retur), dan lihat laporan pembelian.
- Stok opname: hitung fisik barang dan cocokkan stokHitung barang di rak per cabang (semua barang atau satu kategori) dengan scan barcode, bantu hitung per dus/renceng/pcs, lihat selisih dan nilainya, lalu selesaikan supaya stok sistem sama dengan barang yang ada.
Masih bingung?
Masuk lalu buka menu Bantuan untuk bertanya ke chatbot atau mengirim tiket ke tim Tokona.


